Proses Dasar Daur Ulang

signs-recycle

signs-recycle

Pada umumnya proses daur ulang melibatkan 3 langkah utama, yang membentuk lingkaran atau siklus yaitu (1) mengumpulkan barang yang bisa didaur ulang, (2) pengolahan daur ulang dan mengubahnya menjadi produk hasil daur ulang, dan (3) pembelian produk daur ulang.

Ketiga langkah ini penting untuk dilakukan semua tanpa terkecuali. Jika salah satu langkah hilang, manfaat daur ulang akan sangat berkurang. Dan sangat disayangkan masyarakat di Negara kita belum terbiasa dengan ketiga hal tersebut. Ketiganya adalah proses yang biasanya dilakukan di Negara maju.

3 langkah berlaku untuk semua daur ulang. Meskipun demikian, Langkah-langkah dalam metode proses daur ulang dapat bervariasi menyesuaikan jenis bahan yang didaur ulang.

Ada beberapa faktor penting yang menentukan keberhasilan dari proses ini. Untuk memastikan bahwa usaha daur ulang benar-benar membuat perbedaan yang signifikan, Kita harus membaca lebih lanjut tentang faktor-faktor keberhasilan daur ulang!

3 langkah utama dalam proses daur ulang dijelaskan secara lebih rinci sebagai berikut:

Langkah 1. Pengumpulan

Pada langkah pertama dari proses daur ulang, bahan daur ulang harus dikumpulkan.

Metode pengumpulan dapat bervariasi dari masyarakat untuk masyarakat. Namun, ada empat metode utama pengumpulan, yaitu tepi jalan, pusat drop-off, pusat pembelian kembali, dan deposito/program refund. Familiar dengan keempatnya? Tentu saja tidak! Semuanya hampir tidak ada di Negara kita!

Setelah pengumpulan, bahan-bahan tersebut kemudian dikirim ke fasilitas pengolahan sampah untuk dipilah dan disusun menjadi komoditas berharga untuk dijual ke perusahaan pengolahan.

Langkah 2. Pengolahan

Pada langkah kedua dari proses daur ulang, setelah dibersihkan dan disortir, sampah diproses untuk diambil bahan bakunya, dan bahan baku tersebut kemudian digunakan dalam pembuatan produk daur ulang.

Semua sampah daur ulang terlebih dahulu perlu diuraikan, dicairkan atau dilelehkan menjadi elemen dasar, sebelum dapat diproses baik secara langsung menjadi bahan baru atau dicampur dengan sumber daya baru dan dibuat menjadi bahan baru lain.

Namun, metode pengolahan untuk bahan yang berbeda juga bervariasi. Sebagai contoh, daur ulang seperti kaca, kaleng aluminium dan baja perlu dilebur menjadi bentuk cair dan kemudian dicetak ulang menjadi produk baru. Daur ulang seperti kaca, kertas dan produk plastik tertentu mungkin harus dihancurkan, atau diparut, sebagai bagian dari proses untuk mengekstrak elemen dasar atau bahan baku (misalnya serat kertas) untuk digunakan dalam pembuatan produk-produk baru.

Langkah 3. Pembelian Produk Daur Ulang

Langkah ketiga melibatkan pembelian produk daur ulang. Langkah ketiga ini melengkapi siklus daur ulang.

Semakin banyak produk saat ini sedang diproduksi dengan total atau sebagian bahan bakunya adalah bahan daur ulang.

Apakah Anda hanya konsumen individu, atau merupakan bagian dari organisasi pemerintah atau bisnis, Anda memiliki peran penting dalam mensuksekan daur ulang dengan “membeli produk hasil daur ulang”. Suara kita sebagai konsumen harus menuntut produsen untuk menghasilkan produk yang  lebih ramah lingkungan, produsen akan terus memenuhi permintaan itu dengan memproduksi produk daur ulang yang berkualitas tinggi karena adanya permintaan dari kita.

 

 

2 responses to “Proses Dasar Daur Ulang

  1. Ping-balik: DAUR ULANG LIMBAH KACA | alimudinharahap·

  2. Ping-balik: PROPOSAL LIMBAH KACA | alimudinharahap·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s